Tinggalkan komentar

Tugas Softskill Penulisan Jurnal Perusahaan

Cover

————————————————————-

DOWNLOAD JURNAL INI DALAM FORMAT PDF

————————————————————-

 ———————————————————————————————————————–

daftar isi 1

daftar isi 2

 ———————————————————————————————————————–

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pembangunan pertahanan negara dilaksanakan untuk menegakan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah NegaraKesatuan Republik Indonesia, menjaga keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer dan nonmiliter.

Mengagendakan kebijakan pembangunan pertahanan negara yang mengarah pada peningkatan profesionalisme TNI yang dilaksanakan melelui perawatan dan pemeliharaan alat utama system senjata (alutista), pengantian dan pengembangan alutista, pengembangan secara bertahap dukungan pertahanan, serta peningkatan peran industry pertahanan nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI. Secara umum pembangunan pertahanan negara menghasilkan kekuatan pertahanan negara pada tingkat penangkalan yang mampu  menindak dan menanggulangi ancaman yang dating baik dari dalam maupun luar negeri

Alutsista TNI sebagian besar bersumber dari luar negeri dan pengadaannya dibiayai dengan pinjaman luar negeri. Kebijakan pemerintah melakukan pengurangan porsi pinjaman luar negeri berdampak pada pembangunan pertahanan negara

Membuat system pertahanan alutista didalam negeri menjadi kewajiban pemerintah dalam rangka memenuhi kubuhan khusus militer dan juga pertahanan nasional. Membuat pekerjaan TNI menjadi mudah dalam mengemban tugas tugas negara tanpa harus memperdulikan stock kekuatan yang dimiliki oleh Negara. Jadi daripada itu dibuatlah PINDAD untuk menjawab semua persoalan tersebut.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah
Dalam penulisan ini permasalahan yang akan dirumuskan oleh penulis adalah :

  1. PT.Pindad dan Ruang Lingkup Perusahaan ?
  2. Manajemen dan Struktur Organisasi PT.Pindad ?
  3. Tata Kelola perusahaan & manajemen Resiko Perusahaan ?
  4. CSR dan BKPL PT.Pindad ?
  5. Produk dan Layanan Yang Dihasilkan ?

1.2.2 Batasan Masalah
Disini Penulis tidak menjelaskan tentang sejarah berdirinya Perusahaan tersebut. Karena Tidak terlalu penting untuk tugas penulisan Jurnal penulis. Penulisan juga tidak menjelaskan bagaimana cara Perusahaan tersebut merekrut karyawannya dan berapa jumlah total karyawan dan berapa biaya yang dianggarkan oleh perusahaan untuk memenuhi kesenjangan para karyawannya. Menurut penulis itu adalah rahasia perusahaan dan penulis tidak memiliki hak tersebut untuk menulis.Dan juga penulis tidak menjelaskan harga harga dari semua produk perusahaan tersebut.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari Penulisan Jurnal ini adalah :

  1. Untuk mengetahui profil perusahaan pertahanan dan alutista dalam negeri Khususnya PINDAD.
  2. Untuk mengetahui manajemen perusahaan dalam mengelola visi dan misi mereka.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat yang akan diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah :

  1. Bagi Penulis :
    Penulisan Jurnal ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman terhadap industry pertahanan dan alutista negara dan juga manajemen perusahaan. Terutama menyelesaikan tugas mahasiswa pada pelajaran softskill
  2. Bagi Perusahaan :
    Penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat dalam hubungan perusahaan ke masyarakat umum.
  3. Bagi pembaca :
    Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat guna meningkatkan pemahaman terhadap industry perusahaan alutista dan pertahanan nasional

 ———————————————————————————————————————–

Bab 2. TENTANG PERUSAHAAN

 

2.1 VISI DAN MISI

pindad

 Visi Perusahaan :

Menjadi produsen peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia pada tahun 2023, melalui upaya inovasi produk dan kemitraan strategik.

Misi Perusahaan :

Melaksanakan usaha terpadu di bidang peralatan pertahanan dan keamanan serta peralatan industrial untuk mendukung pembangunan nasional dan secara khusus untuk mendukung pertahanan dan keamanan negara.

2.2 TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN

Tujuan Perusahaan

Mampu menyediakan kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan secara mandiri, untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan dan keamanan Negara Republik Indonesia.

Sasaran Perusahaan

Meningkatkan potensi perusahaan untuk mendapatkan peluang usaha yang menjamin masa depan perusahaan melalui sinergi internal dan eksternal.

2.3 BUDAYA PERUSAHAAN

Loyalitas, Integritas dan Dedikasi.

Berpegang teguh pada tujuan perusahaan kejujuran dan keutuhan sikap dalam interaksi organisasi dan pengabdian pada perusahaan. Ketiga hal ini merupakan sikap keseharian setiap anggota organisasi yang mendasari setiap aksi individual dan organisasi. Semangat kelompok tidak mengalahkan prinsip pertama ini.

Keunggulan Teknologi.

Keyakinan bahwa penguasaan dan pemanfaatan teknologi sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja untuk inovasi produk dan bahan untuk inovasi bisnis.

Kerjasama Kelompok.

Keberhasilan merupakan hasil dari kerjasama. Sinergi yang muncul dari kelompok yang dilandasi intergritas anggota kelompok mampu memberikan kesuksesan yang sebelumnya tak mungkin diraih.

Berbisnis untuk saling menguntungkan.

Pentingnya memperoleh kepercayaan dari semua pihak yang berbisnis dengan Pindad. Merupakan hal penting untuk memikirkan dan menjamin manfaat dan menambahkan nilai kepada mitra, pelanggan, pemasok dan tentu untuk Pindad sendiri. Dalam berbisnis, PT Pindad tidak akan mencari korban dan selalu berusaha untuk tidak jadi korban.

2.4 BIDANG USAHA DAN PERKEMBANGAN USAHA

2.4.1 Bidang Usaha

PT Pindad (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) dan produk komersial, sebagai berikut :

1.  Produksi/Manufaktur

Melakukan produksi baik produk alutsista maupun nonalutsista, mengolah bahan mentah tertentu menjadi bahan pokok maupun produk jadi serta melakukan proses assembling (perakitan) pada produk berikut :

  1. Produk senjata dan munisi
  2. Produk kendaraan khusus
  3. Produk pyroteknik, bahan pendorong dan bahan peledak (militer dan komersial)
  4. Produk konversi energy
  5. Produk komponen, sarana dan prasarana dalam bidang transportasi
  6. Produk mesin industry dan peralatan industrial
  7. Produk mekanikal, elektrikal optikal dan opto elektronik

2.  Jasa

Memberikan jasa untuk industri pertambangan, konstruksi, mesin industri  seperti :

  1. Perekayasaan system industrial
  2. Pemeliharaan produk/ peralatan industry
  3. Pengujian mutu dan kalibrasi
  4. Konstruksi
  5. Pemesinan
  6. Heat and surface treatment
  7. Drilling
  8. Blasting
  9. Jasa pemusnahan bahan peledak
  10. Jasa transportasi bahan peledak
  11. Jasa pergudangan bahan peledak

3.   Perdagangan

Melaksanakan pemasaran, penjualan dan distribusi produk dan jasa perusahaan termasuk produksi pihak lain, baik di dalam maupun di luar negeri seperti :

  1. Ammonium Nitrate
  2. Panfo
  3. Detonator Listrik
  4. Detonator Non Listrik
  5. Detonating COD
  6. Booster
  7. Geodetoseis
  8. Geopentoseis

4.  Produk dan jasa lainnya dalam rangka memanfaatkan sisa kapasitas yang telah dimiliki perusahaan.

5.  Pelanggan :

a.  Pelanggan produk  pertahanan dan keamanan negara :

TNI, Polri, Kementerian Kehakiman, Kementerian Kehutanan, Dirjen Bea Cukai, dan Pasar Ekspor

b.  Pelanggan produk komersial :

PT KAI (Persero), PT INKA (Persero), PT PLN (Persero), Kementerian Perhubungan, Galangan Kapal Nasional, Industri Pertambangan Nasional, Industri Perminyakan dan Gas Nasional, Industri Agro Nasional, Industri Elektronik Nasional.

2.4.2 PERKEMBANGAN USAHA PERUSAHAAN

Aset, liabilitas dan ekuitas cenderung meningkat selama 5 tahun terakhir, kecuali rugi restrukturisasi, dan cadangan umum yang cenderung menurun dari tahun sebelumnya.

Laba perusahaan tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Laba tertinggi setelah pajak dicapai pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp 76,91 miliar.

Tingkat produktivitas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 terus mengalami kenaikan, yaitu masing-masing tahun 2009 sebesar Rp 0,37 miliar/ orang, tahun 2010 sebesar 0,42 miliar/ orang, tahun 2011 sebesar Rp 0,54 miliar/ orang, tahun 2012 sebesar Rp 0,63 miliar/ orang, tahun 2013 sebesar  Rp 0,81 miliar/ orang dan pada tahun 2014 sebesar Rp 0,83 miliar/ orang.

Dinamika ekonomi global yang terjadi, telah mempengaruhi perkembangan indikator-indikator ekonomi makro Indonesia, seperti pertumbuhan ekonomi, harga minyak mentah, serta nilai tukar rupiah.

Alokasi anggaran untuk Kementerian Pertahanan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2014 (APBN 2014) senilai Rp 83,4 triliun meningkat sebesar 1,94% dari APBN 2013, anggaran tersebut terutama untuk penambahan alutsista dalam  rangka pencapaian pembangunan kekuatan pokok Minimum Essential Force (MEF). Dari anggaran tersebut dialokasikan untuk program subfungsi Pertahanan Negara, subfungsi Dukungan Pertahanan, dan subfungsi Penelitian Pengembangan Pertahanan. Anggaran Kepolisian Negara Republik Indonesia senilai Rp 31,9 triliun menurun sebesar 12,48% dari APBN 2013, ditujukan untuk menurunkan gangguan kamtibmas, baik melalui pengembangan langkah-langkah strategis maupun pencegahan potensi gangguan keamanan, juga untuk penanggulangan sumber penyebab kejahatan, gangguan ketertiban, dan konflik di masyarakat.

Sementara anggaran Kementerian Perhubungan pada APBN tahun 2014 senilai Rp 39,2 triliun, difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang berkualitas, membangun konektivitas melalui pembangunan jalan, terutama untuk mengurangi hambatan di bidang infrastruktur guna memperlancar arus distribusi barang dan jasa.

Dengan adanya dukungan pemerintah untuk menggunakan alutsista produksi dalam negeri, maka PT Pindad (Persero) harus lebih siap dalam meningkatkan kemampuan, baik dalam hal peningkatan penguasaan teknologi/ pengembangan produk baru, maupun dalam hal peningkatan kapasitas, serta lini-produksinya, sehingga peluang tersebut dapat diraih.

Tambahan modal disetor senilai Rp. 300 miliar akan dapat meningkatkan kemampuan operasional perusahaan, sehingga secara optimal dapat mendukung pemenuhan kebutuhan MEF TNI dan Polri serta membuka kesempatan perusahaan dapat tumbuh cepat dan sehat.

Sumber pendanaan modal kerja masih didominasi oleh pinjaman bank yang memiliki Cost of Money cukup tinggi, mengingat pemulihan ekonomi global membutuhkan dana yang besar dan berimplikasi perusahaan kesulitan mendapatkan dana murah.

PT Pindad (Persero) dalam menjalankan usahanya, merencanakan pencapaian sasaran penjualan konsolidasi senilai Rp 1.773,57 miliar dengan laba sebelum pajak senilai Rp 112,03 miliar. Dengan kondisi tersebut, diharapkan tingkat kesehatan perusahaan dapat dicapai dengan kualifikasi Sehat ”AA”.

Realisasi hasil usaha PT Pindad (Persero) tahun 2013, penjualan konsolidasi senilai Rp 1.877,57 miliar, laba sebelum pajak senilai Rp 127,09 miliar, dengan tingkat kesehatan kualifikasi Sehat ”AA” skor 82,95.

 

2.5 LEGALITAS

Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan (Persero) tanggal 7 Juli 2008 Nomor 15 yang telah didaftarkan pada notaris Nining Pupaningtyas, SH. Pada Rapat Perusahaan tersebut telah diputuskan dengan suara bulat  Menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Surat Keterangan Domisili Perusahaan Nomor 503/19-1/Kel. Dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung, Kecamatan Kiara Condong, Kelurahan Sukapura tanggal 31 Januari 2008 Nomor 12/DP/I/2008 kel.

SIUP PT. Pindad (Persero) Dikeluarkan  Pemerintah Kota Bandung, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Nomor : 510/3-02535/2012/P.7/4355 – BPPT pada tanggal 29 Juni 2012 dan masa berlaku sampai dengan tanggal 14 April 2015

Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas (TDP) Nomor 101114600077 Berlaku s.d. tanggal 17 November 2016

Surat Izin Walikota Bandung Nomor : 503/IG-1905/BPPT/2011 Tentang Izin Gangguan

Izin usaha dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor : 18/1/IU/PMDN/INDUSTRI/2011 Tentang Izin Usaha Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ditetapkan di Jakarta 10 Mei 2011.

 

2.6 SISTEM MANAJEMEN DAN KOMITMEN TERHADAP LINGKUNGAN

Sistem Manajemen Mutu

  1. Pindad (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang melaksanakan usaha terpadu dibidang peralatan pertahanan dan keamanan serta peralatan industrial yang mendukung pembangunan nasional.
  • Memiliki dedikasi yang tinggi untuk menghasilkan produk dan menyediakan jasa, yang  konsisten dalam hal mutu, pengiriman tepat waktu, harga kompetitif dan pelayanan terbaik.
  • Menerapkan dan mengembangkan Sistem Manajemen Mutu dan K3LH secara benar, tepat dan konsisten dengan komitmen mematuhi peraturan, perundangan dan persyaratan mutu & K3LH yang berlaku, baik dari pelanggan, pemerintah dan pihak terkait yang diikuti perusahaan.
  • Berupaya mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan dengan menjamin setiap kegiatan/aktivitas perusahaan berwawasan lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.
  • Melakukan proses peningkatan yang berkelanjutan
  • Meningkatkan kepuasan kepada pelanggan.

Kebijakan ini dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan pihak terkait untuk dipahami dan diterapkan secara konsisten, serta ditinjau kesesuaian dan keefektifannya secara berkala.

Komitmen Terhadap Lingkungan

  1. Pindad (Persero) menerapkan kebijakan untuk melaksanakan pembangunan, pengembangan perusahaan yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman serta bebas dari kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.

Unsur lingkungan yang dikelola meliputi :

  • Pengelolaan sampah dan limbah
  • Pelestarian lingkungan, seperti flora dan fauna
  • Kawasan dan lahan penelitian flora dan fauna

Saat ini 60% dari lahan Pindad ditanami berbagai macam pepohonan dan lahan hijau, bahkan beberapa jenis pohon termasuk pohon langka. Dan yang lebih menarik, diantara lingkungan yang harmonis ini, hidup lebih dari 30 spesies burung. Beberapa burung termasuk burung yang langka  hidup di perkotaan. Kondisi tersebut memungkinkan pecinta burung baik pelajar dan masyarakat umum melakukan penelitian kehidupan burung-burung tersebut.

 

2.7 KEUANGAN

Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad No. 191 pada tanggal 30 April 2013 dari Notaris Nining Puspitaningtyas S.H., menjelaskan tentang perubahan struktur modal perusahaan menjadi sebagai berikut:

  • Modal dasar  Rp 1 Triliyun
  • Modal disetor  Rp 667.542 milyar

2.7.1 Tingkat kesehatan perusahaan

Tingkat kesehatan Perusahaan tahun 2013, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: Kep-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Berdasarkan rasio dan indikator yang diuraikan di dalam Laporan Tahunan PT. PINDAD (PERSERO) tahun 2013, maka tingkat kesehatan PT Pindad (Persero) tahun 2013 termasuk dalam kategori Sehat “AA” dengan Skor 82,95.

2.7.2 Ikhtisar Laporan Keuangan

1. Perolehan Kontrak dan Penjualan

Kegiatan pemasaran selama tahun 2013 telah menghasilkan perolehan kontrak senilai Rp.2.397,88 milyar yaitu 135% dari target RKAP tahun 2013, atau turun sebesar 6% dari perolehan kontrak tahun 2012. Sementara untuk penjualan tahun 2013 diperoleh Perusahaan senilai Rp.1.877,57 milyar, yaitu sebesar 106% dari RKAP tahun 2013, atau meningkat sebesar 25% dari penjualan tahun 2012.

2.  Posisi Keuangan

2.1. Neraca Konsolidasi

Total aset atau liabilitas dan ekuitas 31 Desember 2013 sebesar Rp.2.928,33 milyar atau 177% dari anggarannya, dan meningkat sebesar Rp. 409,12 milyar atau 16% dari total aset atau liabilitas dan ekuitas 31 Desember 2012. Realisasi nilai aset atau liabilitas dan ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2013 masing-masing mencapai 177% dari anggaran tahun 2013, dengan nilai realisasi yang signifikan terutama bersumber dari aset lancar yaitu kas dan setara kas, persediaan, uang muka, dan pendapatan yang masih harus diterima, dan di sisi liabilitas lancar adalah utang usaha, utang pajak dan pendapatan diterima dimuka. Total aset atau liabilitas dan ekuitas 31 Desember 2013 masing-masing meningkat sebesar 16% terhadap realisasi 31 Desember 2012 untuk aset, dimana yang dominan adalah piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka, pendapatan yang masih harus diterima, dan aset tetap tak berwujud, di sisi Liabilitas meningkat sebesar 21% terhadap realisasi 31 Desember 2012, dimana yang dominan adalah utang usaha dan utang lain-lain, dan ekuitas meningkat sebesar 14% terhadap Realisasi per 31 Desember 2012.

2.2. Laba (Rugi) Konsolidasi

Kegiatan usaha untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 menghasilkan laba setelah pajak senilai Rp.97,60 milyar atau sebesar 116% dari anggarannya dan naik senilai Rp.20,69 milyar atau sebesar 27% dari laba untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012.

3.  Pengadaan

Realisasi pengadaan material tahun 2013 senilai Rp.1.292.82 milyar atau mencapai sebesar 131% dari anggaran yang ditetapkan senilai Rp.987.67 milyar. Peningkatan realisasi pengadaan material untuk mendukung order-order tahun 2012 dan tahun 2013 (Program anggaran Dipa, rupiah murni, PDN, dan APBN-P). Realisasi pengadaan material tahun 2013 naik senilai Rp.136,46 milyar atau sebesar 12% dari realisasi pengadaan material tahun 2012, yang berarti bahwa pengadaan material tahun 2013 memang disesuaikan dengan perolehan kontrak, dan untuk mengantisipasi pesanan tahun 2014. Perbandingan antara pengadaan material dengan penjualan pada tahun yang sama adalah sebesar 69% pada tahun 2013 dan sebesar 77% pada tahun 2012.

4.  Investasi

Realisasi pengadaan aset tetap yang sudah dikapitalisasi tahun 2013 senilai Rp.76.29 milyar atau sebesar 31% dari anggaran yang ditetapkan yaitu senilai Rp.245.01 milyar, dan meningkat senilai Rp. 31 milyar atau naik sebesar 68% dari realisasi pengadaan aset tetap yang sudah dikapitalisasi tahun 2012.

5.  Produksi

Realisasi produksi tahun 2013 secara keseluruhan senilai Rp.1.364,26 milyar atau mencapai sebesar 97% dari anggarannya, dan naik senilai Rp.232,60 milyar atau sebesar 21% dari realisasi produksi tahun 2012.

6.  Beban

6.1. Beban Produksi

Realisasi beban produksi tahun 2013 adalah senilai Rp.1.503.65 milyar atau sebesar 120% dari anggaran yang ditetapkan senilai Rp.1.254,22 milyar. Tingginya beban produksi dari perencanaan beban anggaran, tidak sebanding dengan realisasi penjualannya yang hanya mencapai sebesar 106% dari anggarannya, disebabkan naiknya harga material impor dengan kurs yang mengalami kenaikan dan juga masih tersimpan dalam persediaan untuk memenuhi kontrak yang akan datang. Secara absolut, beban produksi tahun 2013 mencapai sebesar 80% dari penjualan tahun 2013 dan beban produksi tahun 2012 mencapai sebesar 75% dari penjualan tahun 2012.

6.2. Beban Usaha

6.2.1. Beban Penjualan

Realisasi beban penjualan tahun 2013 adalah senilai Rp.58.98 milyar atau 69% dari anggaran yang ditetapkan senilai Rp.85.22 milyar. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi efisiensi beban penjualan, meskipun pencapaian pendapatan/ penjualan pada tahun 2013 mencapai sebesar 106% dari anggarannya. Realisasi beban penjualan tahun 2013 turun senilai Rp.19.52 milyar atau minus sebesar 25% dari tahun 2012 yang disebabkan turunnya beban uji teknik dan beban umum. Secara absolut beban penjualan tahun 2013 mencapai sebesar 3% dari penjualannya, sedangkan tahun 2012 mencapai sebesar 5% dari penjualannya.

6.2.2. Beban Administrasi dan Umum

Realisasi beban administrasi dan umum tahun 2013 senilai Rp.249.62 milyar atau sebesar 107% dari anggaran yang ditetapkan senilai Rp.232.33 milyar. Terlampauinya anggaran antara lain karena pada tahun 2013 terjadi kenaikan beban imbalan kerja/ pesangon, kenaikan tarif upah, tarif tunjangan-tunjangan (insentif, cuti, dan prestasi), serta beban pemeliharaan dan perbaikan. Realisasi beban administrasi dan umum tahun 2013 naik senilai Rp.44.74 milyar atau sebesar 22% dari realisasi beban administrasi dan umum tahun 2012. Peningkatan terjadi antara lain karena adanya kenaikan, kenaikan tarif upah, tarif tunjangan-tunjangan (insentif, cuti, dan prestasi), serta beban pemeliharaan dan perbaikan.

 ———————————————————————————————————————–

BAB 3. MANAJEMEN PERUSAHAAN

 

3.1 STRUKTUR ORGANISASI

7

3.2 JAJARAN KOMISARIS

Komisaris Utama

 11

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Sebelumnya pernah bertugas sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (DANKODIKLAT TNI AD), Panglima Daerah Militer (Pangdam V Brawijaya) dan Gubernur Akmil.

Pria yang lahir di Tegal, 13 Maret 1960, diangkat sebagai Komisaris Utama PT Pindad (Persero), tanggal 21 Agustus 2014, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor SK-176/MBU/08/2014.Beliau menyelesaikan pendidikan Akademi Militer tahun 1982.

Wakil Komisaris Utama

12

Mayjen TNI (Purn.) Ali Yusuf Susanto, S.IP., MM.  

Pria yang lahir di Malang, 16 Mei 1954 menyelesaikan pendidikan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1976), Pendidikan Susstaf Pur (1987), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1992), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1997) dan Pendidikan LEMHANAS (2002).

Beliau diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pindad (Persero) sejak tahun 2012, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: KEP-74/MBU/2012 tanggal 23 Februari 2012.

Sebelumnya beliau pernah menjabat jabatan-jabatan strategis di lingkungan TNI AD, yaitu Aspers Kasad dan Pati Mabes TNI AD.

Anggota Dewan Komisaris

13

Brigjen TNI (Purn.) Maman Soemantri

Sebelum menjadi komisaris di PT Pindad (Persero), beliau pernah menjabat jabatan-jabatan strategis di lingkungan TNI AD dan Kementerian Pertahanan, yaitu Pati Mabes TNI AD, Dir Standlaik Ditjen Ranahan   danSes Kuathan Kementerian Pertahanan.

Pria kelahiran Sumedang, 4 Januari 1953 ini,diangkat sebagai Komisaris PT Pindad (Persero) sejak tahun 2011, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: KEP-112/MBU/2011 tanggal 24 Mei 2011.

Menyelesaikan pendidikan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1974), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1988), Pendidikan Sus Bin Tal ABRI (1992) Pendidikan GATI SOSPOL (1995) Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (1997).

14

Brigjen TNI Basuki Abdullah

Pria kelahiran Brebes 12 Maret 1960 ini diangkat sebagai Komisaris PT Pindad (Persero) tahun 2014,  berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN nomor SK-129/MBU/2014 tangggal 12 Juni 2014.

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Peralatan Angkatan Darat (DIRPALAD)

15

Djaja Sukirman, Ak., MBA.

Lahir di Sumedang 18 Juni 1953, diangkat sebagai anggota dewan komisaris sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-164/MBU/2013 yang diterbitkan pada tanggal 1 Maret 2013.

Beliau menyelesaikan pendidikan S1 (D-IV) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (S2) di University of Miami dan saat ini tengah menjadi kandidat Doktor di Universitas Padjajaran Bandung. Sebelum diangkat sebagai komisaris PT Pindad (Persero) beliau telah aktif di beberapa BUMN diantaranya sebagai Penanggung Jawab Bimtek Penerapan GCG di PT Askes, PT ASABRI dan PT Angkasa Pura II (2008).

3.3 KOMITE AUDIT

16

Drs. Wawan Saeful Anwar, Ak

Lahir di Garut, 12 Maret 1957. Diangkat menjadi Komite Komisaris PT Pindad (Persero) pada tahun 2013. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat (2011-2013)
Beliau menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung (1986). Dan aktif mengikuti berbagai Diklat di Bidang Pengawasan dan Manajemen serta Diklat Penyidikan dan Penuntutan di Kejaksaan Agung.

17

Drs. H. Bambang Setiawan, M.M.

Lahir di Tegal 12 Mei 1952. Diangkat menjadi Komite Komisaris PT Pindad (Persero) pada tahun 2013. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Senior Manager Compliance Audit / Risk Assesor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan dan aktif sebagai Dosen STIE Bisnis Indonesia.

Pendidikan S1 ditempun pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IPWI Jakarta dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kemudian melanjutkan pada Program Pasca Sarjana Magister Manejemen Universitas Jayabaya. Jabatan terakhir beliau adalah sebagai  Kepala BPKP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Penanggung Jawab Audit. Beliau telah tiga kali menerima penghargaan Satya Lencana Karya X, XX, XXX dari Presiden Republik Indonesia tahun 1984, 1997 dan 2004.

3.4 JAJARAN DIREKSI

 18

Ir. Tri Hardjono, M.M.

19

Pria kelahiran Purworedjo, 28 Juli 1955, saat ini menjabat sebagai Direktur PT. Pindad.
Beliau Menempuh pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (1984), kemudian Magister Manajemen STMB Telkom Bandung (2005). Dan pernah mengikuti Diklat Dasar Militer di Kodam III Siliwangi Bandung  (1975).
Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan (2007) dan Direktur Produk Manufaktur (2009).

20

Drs. Sonatha Halim Jusuf, MBA

Sonatha Halim Jusuf lahir di Padang, 57 tahun yang lalu. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana ekonominya di Universitas Krisnadwipayana Jakarta dan mendapatkan gelar Master of Business Degreedi Hull University, Inggris. Sebelum menjadi Direktur Keuangan PT Pindad (Persero), Beliau sempat menjadi Kepala Departemen Keuangan, Kepala Sub Direktorat Privatisasi, dan Direktur Komunikasi Bisnis di Kementerian BUMN dalam kurun waktu 1988 – 2000. Setelah itu, Beliau ditunjuk sebagai Direktur Keuangan PT Indonesia Ferry (Persero) pada tahun 2001 – 2006 dan sempat kembali menjadi Asisten Deputi Restrukturisasi Kementerian BUMN pada tahun 2007 – 2011, sekaligus menjabat sebagai Komisaris di PT Perumnas, PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Krakatau Tirta Industri. Jabatan terakhir yang sempat disandangnya sebelum bergabung di PT Pindad (Persero) adalah sebagai Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) pada rentang waktu 2012 – 2013 dan Direktur Keuangan PT AirNav Indonesia hingga pertengahan 2014.

21

Dr. Ir. Ade Bagdja, M.M.E.

Pria lulusan ITB tahun 1990 ini meneruskan pendidikan S-2 dan S-3 di Universitas Leuven, Belgia.Saat ini pria kelahiran Bandung, 6 Oktober 1965 diangkat menjadi Direktur Produk Sistem Senjata.
Beliau telah berkarir di PT Pindad (Persero) sejak 1 Maret 1991 dan sebelumnya menjabat  sebagai Kepala Divisi Senjata (2010).

22

Ir. Wahyu Utomo, M.B.A.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT. Pindad (Persero) saat ini adalah pria keahiran Surabaya, 2 Agustus 1957 yang telah menjabat sejak tahun 2009.
Beliau Menempuh pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (1983), kemudian Magister Adiministrasi Bisnis di Institut Teknologi Bandung (1991).
Bekerja di PT Pindad (Persero) sejak tahun 1985, sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur Produk Manufaktur (2007-2009).

3.5 KA SETPER DAN KA SPI

Kepala Sekretariat Perusahaan (KA SETPER)

23

Ir. Iwan Kusdiana

Lahir di Bandung, 1 Juni 1961, diangkat sebagai Kepala Sekretariat Perusahaan sejak tahun 2012. Meraih gelar sarjana Jurusan Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya, beliau aktif berkiprah di Divisi Kendaraan Khusus sebagai Kepala Departemen Pemasaran dan Penjualan serta Kepala Departemen Administrasi dan Keuangan. Saat ini juga terpilih sebagai Ketua Tim Pelaksana Assessment Good Corporate Governance.

Kepala Satuan Pengawasan Intern (KA SPI)

24

Ir. Agus Salim

Lahir di Depok, 24 Agustus 1959, diangkat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern sejak tahun 2012. Meraih gelar sarjana Jurusan Teknik Industri dari Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung pada 1992. Sebelumnya, beliau aktif berkiprah di Direktorat Perencanaan dan Pengembangan sebagai Kepala Departemen Organisasi dan Sistem.

Dasar hukum penunjukkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Pindad (Persero) Nomor : Skep/10/P/BD, XI

3.6 ANAK PERUSAHAAN

1.  PT Cakra Mandiri Pratama Indonesia

CMP

Nama Usaha :

PT Cakra Mandiri Pratama Indonesia

Pendirian  :

Akta Notaris  no. 34, Ny. Hj. Imas Tarwiah Soedrajat, S.H., M.H.  tanggal 7 Oktober 1992 dan telah diubah dengan akta berita acara RUPS  PT Daun Cakra Bhakti No. 88 tanggal 31 Desember 1999 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI  No.C-21829 HT.01.04 tahun 2002 tanggal 8 Nopember 2002.

Alamat  :

Jl. Jend. Gatot SubrotoNo.517 Bandung 40284

Bidang  :

Pelayanan kesehatan, Industri Manufaktur, niaga dan jasa

Kepemilikan  :

  • PT Pindad (Persero) = 3.78 lembar saham (Rp 3.78 milyar)
  • Wahyu  Utomo S., M.M. = 1 lembar saham (Rp 1 Juta)

Direksi   :

Setya Yulianto, S.E.

Komisaris  :

Ir. D. Bambang Mulyono, M.M.

2.  PT MAN Diesel & Turbo Indonesia

MAN

Nama Usaha  :

  1. MAN DIESEL & TURBO INDONESIA

Pendirian  :

Akta Notaris  No. 14 dari Notaris Ny. Enimarya Agoes Suwarko,S.H. Tanggal 19   Juni 1996 serta telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : C2-5419HT.01.01.TH.1998  tanggal 27 Mei 1998.   Perubahan telah dinotariatkan dengan Akta Notaris Ny. Enimarya Agoes Suwarko, S.H. Nomor 5 tanggal 25 Agustus 2010 dan telah disetujui melalui  Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : AHU-  44388.AH.01.02 tanggal 15 September 2010.

Alamat  :

Jl. MampangPrapatan97 Jakarta 12790

Bidang  :

Penjualan spare parts, instalasi dan perbaikan turbine engine,dan jasa electrical   power plants & engineering design untuk compresor dan turbine.

Kepemilikan  :

  • MAN Diesel & Turbo SE  : 92,6% (Rp 2,8 milyar)
  • PT Pindad (Persero)        :  7,4% (Rp 277 juta)

Direksi   :

Presiden Direktur  :  

Ernest Geyer

Direktur  :  

Hery Setyawan

Komisaris  :

Presiden Komisaris  : 

Komisaris  : 

Hans-Otto Jeske

Wahyu Utomo Soeroto

Klaus Martin Bader

Maik Tiedemen

Joachim Erich H. Beiersdorf

3.  PT Inti Pindad Mitra Sejati

IPMS

Nama Usaha    :

PT Inti Pindad Mitra Sejati (IPMS)

Pendirian  :

Akta Notaris  No. 31dari Notaris Ny. Nining Puspitaningtyas, S.H. Tanggal26 Juli   2004 dan telah diubah dengan Akta Notaris No. 20   tanggal 21 Maret 2005 serta   telah dis hkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI   Nomor  : C-21806HT.01.01.TH.2005 tanggal 5 Agustus 2005. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah dinotariatkan dengan Akta Notaris Ny. Nining Puspitaningtyas, S.H. Nomor 72 tanggal 24 Nopember 2008 dan telah disetujui melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : AHU-100106.AH.01.02 tahun  2008 tanggal 30 Desember 2008.

Alamat  :

Jl. Jend. Gatot Subroto No. 517 Bandung 40284

Bidang  :

Industri plastik, industri kontruksi baja, danpekerjaanjasa site acquisition (sitac)   danCivil MechanicalElectrical (CME)

Kepemilikan  :

  • PT Inti Persero            : 75% (Rp 8,1 Milyar)
  • PT Pindad (Persero)  : 25% (Rp 2,7 Milyar)

Direksi:

Direktur Utama  :  

Andi J Purba

Direktur Operasi & Engineering   :  

Amien Muliawan

Direktur Keuangan    : 

Yasmenia

Komisaris  :

Komisaris Utama  : 

Didik Pebrianto

Komisaris  :  

Soebiyanto Adisumarto

AjiPrasojoReksoprodjo

4.  Joint Operation (JO) Pindad – Dahana

DAHANA

Nama Usaha Patungan  :

JO Pindad – Dahana

Pendirian  :

Perjanjian Kerjasama Operasi antara PT Pindad dan PT Dahana No. SJAN/6/P/BD/DN/X/2004 tanggal 13 Oktober 2004 dan PER/086/X/DHN/2004 tanggal 13 Oktober 2004

Alamat  :

Jl. Panglima Sudirman No.1 Turen Kab. Malang
Telp.  : 62-341-824 462 ext. 550
62-341-706 9094
Fax  : 62-341-824 145

Bidang  :

Produksi Detonator Listrik

Kepemilikan  :

  • PT Inti Persero    :  50%
  • PT Dahana  : 50%

Manajemen JO  :

General Manager  :  

Widuro

Wakil General Manager :  

Ogi Nugraha

Dewan JO  :

Ketua  : 

Budi Antono

Wakil Ketua   : 

Wahyu Utomo

Anggota  : 

  1. Santa Yusuf Nasution
  2. Untung Purnomo
  3. Pudji Suprianto
  4. Heri Heriswan

Sekretaris  : 

Tatang Sugiana

 ———————————————————————————————————————–

BAB 4. TATA KELOLA PERUSAHAAN & MANAJEMEN RISIKO

 

4.1 Tata Kelola Perusahaan

Pedoman Tatakelola Perusahaan menjadi landasan azas Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas/pertanggung jawaban, Independensi/kemandirian dan Fairness/kewajaran untuk meningkatkan Kinerja dan Citra perusahaan oleh PT. PINDAD (Persero).

Penerapan GCG pada PT. Pindad (Persero) bermanfaat untuk mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan secara efektif dan lebih cepat, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada para pemegang saham bahwa perusahaan dikelola dengan baik dan benar untuk mendapat hasil yang wajar dan bernilai tinggi. Penerapan GCG juga mendorong pengelolan perusahaan secara professional, transparan dan efisien dengan pengelolaan resiko dan sumber daya yang lebih efektif. Serta untuk mendorong setiap unsur pimpinan dapat mengambil keputusan dan menjalankannya dengan landasan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan pada peraturan perundangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders dan mencegah penyimpangan pada perusahaan.Penjabaran dari prinsip-prinsip GCG tertuang dalam kode etik perilaku perusahaan yang ditetapkan dalam surat keputusan tersendiri. Pendekatan sistem, yang diwujudkan melalui penyempurnaan peraturan, sistem dan prosedur yang jelas serta bersifat mengikat sesuai prinsip-prinsip GCG.

Pendekatan administratif, yang diwujudkan melalui sanksi terhadap setiap pelaku pelanggaran prinsip-prinsip GCG sesuai peraturan perusahaan dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Assessment terhadap penerapan GCG dapat dilakukan baik oleh pihak luar (konsultan) dan juga oleh pihak perusahaan sendiri. Assessment difokuskan pada capaian aktual kualitas penerapan GCG di perusahaan. Assessment dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa indikator yang dijabarkan ke dalam parameter-parameter yang bersifat kuantitatif untuk masing-masing indicator guna keperluan pembobotan nilai.

4.2 Kronologis Roadmap Penerapan GCG di PT. PINDAD  sampai tahun 2013

Sejalan dengan dasar pelaksanaan tersebut di atas, PT Pindad (Persero)  (selanjutnya disebut “Perusahaan”), sudah sejak tahun 2004 menerapkan GCG, dimulai dengan kegiatan assessment penerapan GCG sebagai berikut:

  1. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2004, oleh assessor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan pemenuhan sebesar 68,12% dari 100%, dan 22 rekomendasi;
  2. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2005, dilakukan reviu tindak lanjut penerapan GCG berdasarkan assessment tahun 2004, yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Propinsi Jawa Barat, dengan hasil capaian aktual tindak lanjut adalah sebesar 76,04% dari bobot maksimal 100%. Dengan asumsi apabila dilakukan assessment maka capaian aktualnya adalah sebesar 75,57%, mengalami kenaikan sebesar 7,45% dari capaian aktual assessment tahun 2004;
  3. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2006, Perusahaan menetapkan untuk  melakukan assessment secara mandiri yang dilakukan oleh Tim yang dibentuk berdasarkan Surat Perintah Direksi. Assessment dilakukan berdasarkan prosedur dan kriteria yang tercantum pada Surat Keputusan Direksi Nomor: Skep/22/P/BD/II/2007 tanggal 12 Pebruari 2007 tentang Pedoman Penerapan Good Corporate Governance di Lingkungan PT Pindad (Persero), dengan nilai capaian aktual pemenuhan indikator/parameter penerapan GCG secara keseluruhan adalah 73,15% dari target maksimal 100 %;
  4. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2007, Perusahaan mengikuti program  riset dan pemeringkatan Corporate Governance Perception Index 2006 yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance(IICG) bekerja  sama dengan majalah SWA, dengan hasil pemeringkatan Cukup Terpercaya;
  5. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2008, perusahaan melakukan peninjauan  oleh Tim internal dokumen GCG dengan hasil capaian sebesar 75,74%;
  6. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2009, Perusahaan melakukan  assessment terhadap penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) merupakan  upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha pemenuhan area of  improvement GCG telah dilaksanakan selama tahun 2008 sampai saat  assessment dilaksanakan yang akan mengidentifikasikan area-area yang masih  memerlukan upaya perbaikan/penyempurnaan. Assessment tersebut dilakukan  oleh BPKP perwakilan Jawa Barat  dengan diperoleh gambaran  bahwa  penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) mengalami peningkatan dibanding  tahun 2004 yaitu dari skor 68,12 menjadi skor 78,55 atau mengalami peningkatan  sebesar skor 10,43;
  7. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011, Perusahaan melakukan self  assessment terhadap penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) merupakan  upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha pemenuhan area of  improvement GCG telah dilaksanakan selama tahun 2011 sampai saat self  assessment dilaksanakan yang akan mereview area-area yang masih memerlukan  upaya perbaikan/ penyempurnaan. Self assessment tersebut dilakukan oleh Tim  Assesment GCG  PT Pindad (Persero) dengan diperoleh gambaran  bahwa  penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) mengalami kenaikan sebesar 1,20  dibanding tahun 2010 yaitu dari skor 78,24 menjadi skor 79,44;
  8. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2012, Perusahaan melakukan  assessment terhadap penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) merupakan  upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha pemenuhan area of  improvement GCG telah dilaksanakan selama tahun 2012. Assessment tsb  dilakukan oleh assessor independen yaitu BPKP perwakilan Jawa Barat dengan  hasil predikat “Baik” skor 75,13. Assessment dilaksanakan dengan memakai  indikator dan parameter sesuai Surat Keputusan Sekretaris Menteri BUMN Nomor:  SK-16/MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/ Parameter penilaian dan  evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) pada BUMN;
  9. Pada tahun buku 2013, Perusahaan akan melakukan self assessment terhadap  penerapan GCG pada PT Pindad (Persero) oleh tim internal. Assessment  direncanakan pada bulan Juli tahun 2014.

 

4.3 Manajemen Risiko

Penentuan risiko Perusahaan pada tahun buku 2013, masih menggunakan risiko tahun sebelumnya yang diikuti oleh seluruh fungsi Perusahaan dengan media workshop telah merumuskan dan memprioritaskan risiko yang kemungkinan akan terjadi sebagai berikut:

  1. Identifikasi risiko yang mungkin timbul dalam 5 bidang operasional, yaitu bidang:
  2. Bidang Usaha
  3. Bidang Operasional
  4. Bidang Sumber Daya Manusia
  5. Bidang Keuangan
  6. Bidang Organisasi dan Sistem
  1. Perusahaan telah merumuskan dan memprioritaskan risiko kemungkinan yang akan terjadi pada tahun 2013, tergambar dalam tabel berikut:

1

2

3

4

5

Realisasi action plan tahun 2013 adalah sebagai berikut: 

Transfer of Technology kendaraan tempur dengan Doosan Korea Selatan terkait kontrak pengadaan Kementerian Pertahanan untuk Panser Cannon 90 mm Tarantula (dana kredit ekspor).
Membangun budaya inovasi dengan program Cipta 2023 melalui berbagai kegiatan antara lain lomba inovasi produk. Dalam rangka inovasi juga dilakukan lomba cipta 2023 yaitu:

  • Pemilihan employee excellent (karyawan berprestasi).
  • Penilaian 5 R di lingkungan kerja.
  • Lomba continouos improvement (inovasi proses).
  • Lomba kesematan dan kesehatan kerja antar unit.
  • Lomba lingkungan hidup.

Sinergi Litbang Nasional antara lain:

  • Kerjasama PT Pindad, PT DI, Pusat Teknologi Roket Lapan, Ristek, Balitbang Kemhan untuk litbang roket Nasional.
  • Kerjasama PT Pindad, Universitas Achmad Dahlan Yogyakarta, Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Balitbang Kemhan, dan PT Info Global Teknik Semesta untuk litbang dan LIPI bom Pintar (Smart bomb).
  • Kerjasama PT Pindad, Balitbang Kemhan dan LIPI untuk litbang Teropong Bidik Senapan Malam (TBSM).
  • Kerjasama PT Pindad, Dislitbang AD untuk litbang gatling gun.
  • Kerjasama PT Pindad, Ristek, MEPPO untuk litbang RCWS.
  • Kerjasama PT Pindad, Pussenif, MEPPO, litbang mesin hitung mortir.
  • Kerjasama PT Pindad, Dislitbang AL untuk litbang senjata bawah air.
  • Kerjasama PT Pindad, Dislitbang AU untuk litbang Bomb 500 kg dan Fuze Bomb.
  1. Menyelesaikan kontrak-kontrak dengan Kementerian Pertahanan dari PDN (Pengalihan Kredit Ekspor).
  2. Mengadakan knowledge sharing terjadwal untuk meningkatkan kompetensi pegawai.
  3. Melakukan perbaikan dan penggantian bertahap instalasi pengolahan limbah, dan pada tahun 2013 PT Pindad mendapatkan sertifikat Hijau dari Menteri Lingkungan 7. Hidup serta sertifikat industri Hijau dari Menteri Perindustrian.
  4. Dalam hal likuiditas sudah dilakukan usaha dengan melakukan refinancing terutama untuk LC/ SKBDN yang sudah jatuh tempo. Di samping itu, melakukan negoisasi cara pembayaran terutama dengan mitra luar negeri melalui differed payment, sehingga dapat memperoleh rate bunga bank relatif murah.

 ———————————————————————————————————————–

BAB 5. CSR DAN PKBL

Dalam membangun hubungan industrial dengan stakeholders, PT. Pindad (Persero) dituntut untuk melakukan pengelolaan dampak positif maupun negatif dari kegiatan operasi usaha, sesuai dengan peraturan Pemerintah, yakni PERMEN BUMN No. 5/MBU?2007, dan juga merujuk pada prinsip ISO 26000.

Pengelolaan dampak positif maupun negatif dari kegiatan operasi usaha tersebut direfleksikan pada kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui kinerja sosial. Strategi kegiatan CSR dilakukan melalui prinsip keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam upaya pembangunan masyarakat, guna memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Kegiatan tersebut termasuk menghormati hak komunitas dalam berinteraksi, mengakui ‘nilai kerja’ dalam bermitra dan berinvestasi sosial untuk menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Realisasi kenerja sosial di atas dilakukan melalui kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan program pengembangan masyarakat (community development atau COMDEV) yang pelaksanaannya sesuai dengan arahkebijakanPerusahaan.

Penyaluran dana PKBL dan Comdev PT. Pindad (Persero) tahun 2013 sebesar Rp. 1.836.196.300,- direalisasikan pada bidang Bina Lingkungan dan Comdev senilai Rp. 848.727.500,- yang diberikan padabidang: penyediaan sarana/prasarana umum senilai Rp. 369.738.000,- ; pendidikan dan pelatihan senilai Rp. 249.074.500,-; kesehatan lingkungan dan masyarakat senilai Rp. 59.425.000,- ; sarana ibadah dan kegiatan keagamaan  senilai Rp. 15.515.000,- ; pengentasan kemiskinan senilai Rp. 153.975.000,- ; dan seni budaya senilai Rp.1.000.000,-.

Sementara program kemitraan senilai Rp. 987.468.800,- meliputi : sektor industri senilai Rp. 600.000.000,- ; sektor perdagangan senilai Rp. 192.000.000,- ; sektor peternakan senilai Rp. !5.000.000,- ; sektor jasa senilai Rp. 105.000.000,- ; serta sektor pelatihan dan produk mitra binaan senilai Rp. 75.468.800,-.

Pelaksanaan program CSR PT. Pindad (Persero) difokuskan pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta Tanggung Jawab Sosial Lingkungan yang dilakukan secara konsisten. PT. Pindad (Persero) melaksanakan Program CSR dengan mempertimbangkan asas manfaat, keadilan, efisiensi, dan efektivitas serta sumber dana yang tersedia.

BKPL

Sesuai Skep Menteri BUMN, Pada Tahun 1991 PT. PINDAD (PERSERO) membentuk Biro Program Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) dan pada tahun 2003 sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN NomorKep-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dirubah menjadi Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Pada tahun 2007 diadakan perubahan sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Alokasi Dana untuk PKBL Tahun 2012

Berdasarkan keputusan pada Rapat Umum Pemegang Saham tentang pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT. PINDAD (PERSERO) Tahun 2012 telah disetujui penyisihan dana dari laba bersih untuk PKBL sebesar 2% yaitu masing-masing untuk Program Kemitraan sebesar 1% atau sebesar Rp 471.900.000 dan untuk Program Bina Lingkungan sebesar 1% atau sebesar Rp 471.900.000.

Alokasi dana tersebut telah diterima oleh PKBL pada Agustus 2012 setelah RUPS Pelepasan Tanggung Jawab PT. PINDAD (PERSERO) tahun buku 2011. Penerimaan alokasi dana PKBL pada tahun 2011 adalah sebesar masing-masing 1% dari laba bersih perusahaan yaitu masing-masing Rp 342.200.000.

Program Kemitraan adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Penyaluran dana pinjaman kepada Mitra  Binaan terbagi pada sektor usaha industri, usaha perdagangan, usaha pertanian, usaha peternakan, usaha perkebunan, usaha perikanan, usaha Jasa, serta untuk pembinaan kemitraan.  Cakupan wilayah pemberian pinjaman dana kemitraan tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Selain pinjaman usaha, program kegiatan yang dilaksanakan PT. PINDAD (PERSERO) adalah pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mitra binaan dan membantu  pemasaran hasil produksi melalui pameran.

Program Bina Lingkungan, diprioritaskan pada lingkungan disekitar perusahaan yaitu di wilayah Jawa Barat dan Turen melalui :

  1. Perbaikan Sarana dan Prasarana Umum
  • Perbaikan jalan
  • Bantuan mesin pencacah plastik
  • Mesin pengering cacahan plastik
  • Perbaikan sekolah
  • Pembuatan MCK
  • Perbaikan drainase
  1. Bidang Kesehatan
  • Bantuan alat tensi dan stetoskop
  • Pengobatan masal
  • Pelatihan operator mesin foging
  • Khitanan masal
  • Bantuan kesehatan
  1. Bidang Pendidikan
  • Bantuan sarana lab. Computer
  • Pelatihan Guru SD
  • Bantuan sarana perpustakaan
  • Bantuan sarana belajar sekolah
  • Bantuan sarana belajar PAUD
  • Bantuan pendidikan
  1. Bidang Sarana Ibadah

 ———————————————————————————————————————–

BAB 6. PRODUK DAN LAYANAN

6.1 SENJATA

A

PT Pindad (Persero) sejak berdiri tahun 1983  telah memproduksi berbagai jenis senjata mulai dari senjata laras panjang, senjata genggam, pistol, dan lainnya. Setiap produksi diutamakan untuk mensuplai kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional serta untuk memenuhi pemesanan dari pihak lain.

Produksi senjata terus ditingkatkan kualitasnya berdasarkan penelitian dan pengembangan dari tenaga-tenaga ahli Pindad bersama dengan pengguna produk untuk menetapkan spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam setiap produksi, proses optimasi kami lakukan untuk memperoleh unjuk kerja dari senjata yang maksimal. Pemeriksaan dilakukan pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. Seluruh produk telah diuji dan memenuhi standar internasional salah satunya Mil STD. Sistem mutu selalu dipelihara dengan menerapkan sistem mutu ISO 9000-2008 yang disertifikasi oleh LRQA.

Senjata Pindad memiliki akurasi  yang baik dan ketahanan di medan peperangan sesuai dengan kebutuhan pertahanan dan keamanan. Beberapa senjata telah berhasil meraih prestasi lomba tembak antar angkatan darat se-Asia Tenggara (AARM) dan lomba tembak Angkatan Darat se-Asia Pasifik (ASAM), serta Lomba Tembak tahunan yang diselenggarakan oleh Tentara di Raja Brunei (BISAM).

6.2 MUNISI

AA

Sebagai perusahan penyedia peralatan pertahanan dan keamanan, PT Pindad (Persero) terus melakukan produksi munisi dan mengembangkannya sesuai dengan munculnya senjata-senjata yang semakin beragam. Berbagai tipe munisi dikembangkan sesuai dengan kaliber senjata yang diproduksi.

Keunggulan dari munisi Pindad adalah banyaknya varian yang dapat disesuaikan dengan hasil yang diinginkan terhadap senjata yang ditembakkan.

6.3 KENDARAAN KHUSUS

AAA

Dimulai dengan proyek Mobil Nasional pada tahun 1993, PT. Pindad mulai berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan bermotor. PT. Pindad (Persero) sejak tahun 1993, telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam upaya untuk mengembangkan teknologi fungsi kendaraan khusus, termasuk kendaraan anti-peluru untuk memenuhi permintaan pasar militer dan instansi.

Penelitian dan pengembangan terus menerus dilakukan untuk mencapai tujuan masa depan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan teknologi. Produk yang dihasilkan, seperti: Kendaraan Taktis, Panser untuk TNI dan Polri, konstruksi khusus dan komponen kendaraan khusus. Hingga saat ini Panser ANOA 6 X 6 yang telah di produksi mencapai kurang lebih 260 kendaraan dengan berbagai varian yang dibuat sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan.

Divisi Kendaraan Khusus PT. Pindad Persero memproduksi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan penggunaanya dan menjadikan setiap Kendaraan Khusus Pindad benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.

6.4 TEMPA DAN COR

AAAAPINDAD (Persero) sebagai salah satu dari 140 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Industri Pengolahan, yang memproduksi alutsista TNI dan peralatan industri. Divisi Tempa dan Cor merupakan bagian dari bisnis PT. Pindad (Persero) yang bertujuan selain mendukung produksi unit usaha internal PT. Pindad (Persero) juga untuk memenuhi permintaan dan mendukung pasar lokal maupun ekspor dalam bidang jasa pengecoran logam dan jasa tempa, serta mendukung pembangunan infrastruktur perkeretaapian Indonesia melalui produk-produk prasarana kereta api.

Produk-produk yang dihasilkan dari jasa pengecoran logam, jasa tempa dan produk prasarana kereta api diproduksi dengan mengedepankan kualitas berdasarkan standar internasional maupun nasional dan disertai jaminan mutu produk.

6.5 PRODUK

PT Pindad (Persero) mengawali bisnis dalam bidang Sarana dan Prasarana Kereta Api pada tahun 1983 dan mulai berproduksi pada tahun 1984 dengan memproduksi alat penambat rel type DE-Clips (DE-Clips Rail Fastener) yang merupakan lisensi dari Hollandia Kloos dan Ewem AG.

Pada tanggal 23 September 1997 Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara PT. Pindad dan PT. KA yang diwakili oleh Dirut Pindad Bp. Budi Santoso dan Dirut Perumka Bp. Soemino Eko Saputro yang menghasilkan litbang untuk produk alat penambat rel type KA-Clip dan hak kepemilikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) – PT. Pindad (Persero) patent no ID 0 007 930 pada 19 April 2000 dikeluarkanlah ijin penggunaan KA-Clip dari Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan untuk digunakan pada proyek dilingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian maupun di wilayah kerja PT. Kereta api Indonesia (Persero)

Pada Januari 2008 pengembangan dilakukan kembali dengan memproduksi alat penambat rel type e-Clip kemudian dilakukan test track dan pada 2010 ijin penggunaan pengesahan dan rekomendasi pemakaian dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementeriam Perhubungan No. KA.405/SK.10/DJKA/II/10

Alat Penambat Rel (Rail fastener) produksi PT Pindad (Persero) sangat kompetitif serta dengan jaminan kualitas pekerjaan yang tinggi dimana dalam proses produksi kami menggunakan Standar Iinternational maupun National seperti AREMA/AREA Standard, SNI Standar, serta didukung oleh sumber daya manusia yang telah berpengalaman dengan kemampuan dan keahlian yang sudah teruji.

Kualitas hasil produksi yang bermutu tinggi dan kepuasan pelanggan dalam menggunakan produk yang kami hasilkan. merupakan tujuan bisnis Pindad. Dengan semangat dan keyakinan yang tinggi kami selalu siap bekerja keras untuk mengembangkan keahlian dan teknologi yang dimiliki agar dapat menawarkan solusi terbaik bagi pelanggan maupun pengguna produk prasarana dan sarana Kereta Api kami.

6.6 MESIN INDUSTRI DAN JASA

AAAAA

Divisi Mesin Industri dan Jasa PT Pindad (Persero) adalah divisi yang menghasilkan produk-produk komersial antara lain :

  • mesin listrik
  • sistem pengereman kereta api
  • peralatan kapal laut
  • jasa pemesinan

Produk mesin listrik yang dihasilkan PT. Pindad meliputi generator dengan kapasitas sampai 9 MW, motor traksi yang digunakan di kereta api listrik,  motor magnet permanen, serta jasa perbaikan motor listrik.

PT Pindad (Persero) memproduksi Air Brake System dengan lisensi dari KNORR Bremse AG, Jerman sejak tahun 1983 dan telah disertifikasi oleh UIC (International Union of Railways). Air Brake System yang diproduksi adalah tipe KE-G-12” untuk gerbong barang dan KE-P-12” untuk kereta penumpang. Air Brake System ini dikembangkan untuk kebutuhan sistem pengereman KRL dan KRD. Dengan dukungan alat pengujian yang telah disertifikasi oleh KNORR, PT Pindad (Persero) mampu memproduksi Air Brake System lebih dari 600 set per tahun. Disamping itu, PT Pindad (Persero) dapat melakukan maintenance untuk komponen Air Brake System ini.

Produk Peralatan Kapal Laut bermula dari kerjasama yang didirikan bersama Hatlapa. Pindad telah mengembangkan berbagai produk peralatan kapal laut sejak tahun 1991 hingga saat ini dengan merek PinMarine. Dengan dukungan Sumber Daya Manusia, sistem produksi dan kualitas kontrol yang baik, PinMarine mampu menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif, serta memenuhi persyaratan klasifikasi Nasional & Internasional, seperti BKI, LR, ClassNK, BV, RINA, GL, ABS, dan lain-lain.

Jasa pemesinan didukung fasilitas mesin bubut horizontal dengan kapasitas hingga 6 meter, bubut vertikal hingga diameter 3 meter, double column milling machine  dengan kapasitas hingga diatas 2 x 4 meter yang dioperasikan secara komputerisasi (CNC).

6.7 BAHAN PELEDAK KOMERSIAL

AAAAAA

Salah satu lini dari PT Pindad (Persero) adalah Divisi Bahan Peledak Komersial atau lebih dikenal dengan Handakkom. Keahlian dan pengalaman SDM PT Pindad (Persero) di bidang persenjataan dan bahan peledak membuat PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan produk dan layanannya. Oleh karena itu, sejak tahun 1991 PT. Pindad  telah memulai memproduksi bahan peledak komerisial  seperti :

  • Booster  ( RenExT)
  • Booster  ( RenExP)
  • Seismic Explosive (geoPENTOSEIS)
  • Seismic Detonator (geoDETOSEIS)
  • Detonator Listrik  (SUPERdet)

Dengan kemampuan PT. Pindad  memproduksi bahan peledak komersial, maka PT. Pindad siap memberikan pelayanan berupa produk dan jasa produksi pertambangan dengan metoda peledakan sesuai kebutuhan pelanggan.

Layanan Bisnis Divisi Handakkom antara lain :

  1. Importir, Produsen dan Distributor Bahan Peledak Komersial.
  2. Jasa Drilling dan Blasting
  3. Pemusnahan Bahan Peledak

Bahan peledak yang disediakan oleh Divisi Handakkom dipergunakan di bidang pertambangan umum dan migas,

Produk Pertambangan Umum antara lain :

  1. PANFO (Pindad Ammonium Nitrate Fuel Oil)
  2. Ammonium Nitrate
  3. Emulsion Explosive
  4. Booster RenEx P
  5. Booster RenEx T
  6. Detonating Cord
  7. SUPERdet  ( Electric Detonator )
  8. NONEL Detonator

Produk Pertambangan Migas antara lain :

  1. geoDETOSEIS  (Detonator Seismic)
  2. geoPENTOSEIS (Booster Seismic)
  3. Shaped Charges

 ———————————————————————————————————————–

BAB 7. KESIMPULAN

Kesimpulan
Setelah penulis melakukan Penulisan tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa PT.Pindad mampu menjawab semua persoalan alutista dan alat pertahanan dalam negeri dengan baik. Perusahaan tersebut sangat baik dalam mengelola manajemennya dan juga terbuka terhadap masyarakat umu dengan bersosialisai terhadap lingkungannya sekitar.
———————————————————————————————————————–

Sumber : Pindad.com dan Pemikiran sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: